Mahasiswa dan Dosen IKOR UMC Wakili Jawa Barat di PON XX Papua, Bukti Konsistensi Cetak Prestasi Olahraga Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia berprestasi di bidang olahraga. Di tengah situasi pandemi, UMC berhasil mengirimkan perwakilannya untuk berkontribusi dalam ajang olahraga nasional bergengsi, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Sebanyak satu mahasiswa dan dua dosen dari Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Ilmu Kesehatan UMC dipercaya menjadi bagian dari perhelatan olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Mereka adalah Nurlaela Azhara, mahasiswa IKOR UMC sekaligus atlet bola basket putri kontingen Jawa Barat, serta Wahyu Erfandy, S.Or., M.Pd dan Arrahman, S.Or., M.Pd yang bertugas sebagai bagian dari tim pengawas dan pengendalian anti-doping PB PON. Rektor UMC, Arif Nurudin M.T menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keterlibatan civitas akademika UMC dalam PON XX Papua menjadi bukti nyata bahwa kampus terus berupaya menghadirkan generasi unggul melalui karya dan prestasi. Arif menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan karakter, integritas, dan sikap sportif. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sejati dalam olahraga adalah mampu menjaga kejujuran, menghargai proses, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap yang baik. Kehadiran mahasiswa dan dosen IKOR UMC di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif. Menurut Arif, semangat berkemajuan harus diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian dan prestasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Wakil Rektor III UMC, Wiwi Hartati, S.Kom., M.Si juga memberikan apresiasi kepada para perwakilan UMC yang tampil dalam ajang nasional tersebut. Ia berharap keikutsertaan mereka mampu membawa nama baik Jawa Barat dan memberikan inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya. Sementara itu, Ketua Program Studi IKOR UMC, Yayan Wardiyanto, menjelaskan bahwa meskipun program studi tersebut baru berdiri pada 2019, IKOR UMC terus berupaya berkembang dan memberikan kontribusi dalam dunia olahraga nasional. Keikutsertaan dalam PON XX Papua menjadi salah satu bukti nyata kerja keras dan komitmen dalam membangun prestasi olahraga. Melalui capaian tersebut, UMC berharap dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan olahraga, mencetak atlet dan tenaga profesional, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan olahraga di tingkat daerah maupun nasional.