Universitas Muhammadiyah Cirebon

Nama penulis: Biro humas

Awali Tahun 2024, Dosen dan Mahasiswa Prodi Peternakan FT UMC Sajikan Menu Korea

– Mengawali tahun 2024, Program Studi Peternakan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menghadirkan kegiatan inovatif yang berbeda dari biasanya. Dosen bersama mahasiswa berkolaborasi menyajikan praktik pengolahan makanan bernuansa Korea, khususnya menu barbeque yang sedang populer di kalangan anak muda.

Awali Tahun 2024, Dosen dan Mahasiswa Prodi Peternakan FT UMC Sajikan Menu Korea Baca Selengkapnya »

Belajar dari Jepang, UMC Dorong Implementasi Lesson Study untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan menggali berbagai praktik terbaik dari dunia internasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari konsep lesson study yang diterapkan dalam sistem pendidikan Jepang

Belajar dari Jepang, UMC Dorong Implementasi Lesson Study untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Baca Selengkapnya »

UMC

UMC Siap Jadi Tuan Rumah Musyda Ke-3 Muhammadiyah Kabupaten Cirebon Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali dib erikan amanah menjadi Tuan Rumah Musyawarah Daerah (Musyda) Ke-3 Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Cirebon. Hal ini berkaca pada kesuksesan UMC menggelar Musyawarah Wilayah ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat 2023 yang bertajuk “Memajukan Jawa Barat dan Mencerahkan Indonesia” yang  dinilai sukses. Musyda ke-3 Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Cirebon akan diselenggarakan pada 22-23 Juli 2023 mendatang, pelaksanaannya dipusatkan di Convention Hall UMC Watubelah. Kegiatan Musyda Ke-3 ini diawali dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) yang rencananya akan digelar pada 21 Juli 2023. Kegiatan Musyda ini rencananya akan disemarakkan dengan pawai pada saat pembukaan dan bazar. Rektor UMC, Arif Nurudin M.T mengatakan pihaknya menyambut baik amanah ini. “Insha Allah, kami siap menjadi tuan rumah untuk Musyda ke-3 Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.  Semoga di pertemuan hari ini  kita bisa menyiapkan segalanya sehingga PDM Kabupaten Cirebon kedepannya mendapatkan pimpinan daerah yang bisa saling sinergi bersama UMC. Jika saling bersinergi kita akan maju bersama,” ucap Arif kepada peserta Rapat Panitia Musyda ke-3 Kabupaten Cirebon, Gedung Juanda Kampus 2 UMC, Senin (26/6/2023). Lebih lanjut,Arif dalam arahannya menjelaskan ada tiga kekuatan Musyda dalam persyarikatan Muhammadiyah. “Dalam persyarikatan Muhammadiyah ada tiga faktor yang menjadi kekuatan kita. Pertama, kepemimpinan kolektif dan kolegia. Kedua, keikhlasan para anggota dan pimpinan. Ketiga, kalau bisa pemimpin Muhammadiyah itu orang yang sudah selesai dengan dirinya,” jelas Arif.  Perlu diketahui, rapat persiapan dihadiri Unsur Pimpinan PDM Kabupaten Cirebon, Kepala AUM/Sekolah, Perwakilan Ortom, Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ketua STIKes Ahmad Dahlan Cirebon, Ketua STF Muhammadiyah Cirebon, dan unsur majelis/lembaga. Sementara itu, Sekretaris PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto berharap musyda yang terbaik dan tercantik serta lebih semarak dari pelaksanaan Musywil Ke-21 Muhammadiyah Jawa Barat yang lalu.

UMC Baca Selengkapnya »

Mengungkap Isyarat Nuzulul Qur’an Dan Malam Lailatul Qadar

Mengungkap Isyarat Nuzulul Qur’an Dan Malam Lailatul Qadar Ada Isyarat bahwa permulaan turunnya al-Qur’an adalah pada bulan Ramadan, tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai tanggalnya, demikian pula tentang tanggal lailatul qadr. Dr. Arief Hidayat Afendi, M.Ag, Bersama Ir. H. Joko Bodro Hanolo Dalam Rakornas AIKDalam surat al-Qadar dijelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan pada malam al-Qadr (malam kemualiaan). Dalam surat ad-Dukhan dijelaskan bahwa alQur’an diturunkan pada lailah mubarakah (malam yang diberkahi), yaitu nama lain dari lailatul qadr. Dalam surat al-Baqarah dijelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan. Dan dalam surat al-Anfal dijelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan pada malam yang bertepatan dengan bertemunya dua pasukan, yaitu pasukan muslimin dan pasukan musyrikin pada perang Badar, yaitu yang terkenal dengan hari pembeda antara haq dan batil, yang terkenal juga dengan hari kemenangan. Mengenai waktu kedatangannya, semuanya tidak menyebutkan tanggalnya, dan dalam surat al-Baqarah hanya disebutkan bahwa turunnya al-Qur’an adalah pada bulan Ramadan. Menurut Sayyid Qutb, pada bulan Ramadan itulah diturunkan permulaan al-Qur’an ke dalam hati nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umatnya. Malam Qadar kadang-kadang disebut juga dengan malam taqdir, karena pada malam itu Allah menetapkan segala sesuatu, kadang-kadang disebut juga malam maqam (kedudukan yang tinggi) atau qayyimah (yang lurus). (Sayyid Qutb, XXX: 210). Hadits-hadits tersebut hanya menjelaskan bahwa Rasulullah saw menganjurkan agar mencari lailatul qadr pada sepuluh akhir atau sembilan akhir atau tujuh akhir bulan Ramadan, tidak menetapkan tanggal tertentu. Adapun tanggal 17 Ramadan, yang biasa diperingati di Indonesia, bukanlah ketetapan dari al-Qur’an atau hadits, melainkan merupakan hasil ijtihad ulama. Dari penjelasan tersebut, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa permulaan turunnya al-Qur’an, adalah pada bulan Ramadan, tetapi para ulama berbeda pendapat mengenai tanggalnya, demikian pula tentang tanggal lailatul qadr. Karena itulah para ulama menganjurkan untuk berusaha mencari lailatul qadr mulai permulaan bulan Ramadan hingga akhir bulan. Wa Allahu, A’lam. Aha.

Mengungkap Isyarat Nuzulul Qur’an Dan Malam Lailatul Qadar Baca Selengkapnya »

Diskusi Buku

Lawan Perundungan, Perpustakaan UMC Gelar Diskusi Buku ” Bully” Kolaborasi sastrawan, fotografer bersama seniman pantomin berhasil melahirkan karya buku bertema lawan perundungan. Perbedaan latar belakang tersebut menjadi kerjasama apik dalam mengangkat tema yang menjadi masalah bersama. Melalui buku berjudul “Bully”, Nissa Rengganis (penulis), Toni Handoko (Fotofrafer) dan Wanggi Hoed (Mime) berkolaborasi untuk mengedukasi masyakarat tentang dampak dari bullying.  Buku ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kerap muncul dalam benak kita : apakah bullying itu? siapakah pelaku bullying? siapakah korban bullying? apakah kamu korban bully atau tukang bully? perlukah para pembully dibela? serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terus mengganggu. Narasumber buku yaitu: Nissa Rengganis (penulis), Toni Handoko (Fotofrafer) dan Wanggi Hoed (Mime), dengan Pemantik Diskusi Ida Ri’aeni, Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMC. Menurut Nissa, Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data bahwa sepanjang tahun 2022, setidaknya sudah terdapat lebih dari 226 kasus kekerasan fisik dan psikis, termasuk perundungan yang jumlahnya terus meningkat hingga saat ini.  Tokoh Kita Lawan Perundungan, Perpustakaan UMC Gelar Diskusi Buku ” Bully” UMCPress.id Jun 27, 2023 – 16:47Updated: Jun 27, 2023 – 16:55 0  Facebook    Twitter             UMCPRESS.ID -Kolaborasi sastrawan, fotografer bersama seniman pantomin berhasil melahirkan karya buku bertema lawan perundungan. Perbedaan latar belakang tersebut menjadi kerjasama apik dalam mengangkat tema yang menjadi masalah bersama. Melalui buku berjudul “Bully”, Nissa Rengganis (penulis), Toni Handoko (Fotofrafer) dan Wanggi Hoed (Mime) berkolaborasi untuk mengedukasi masyakarat tentang dampak dari bullying.  Buku ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin kerap muncul dalam benak kita : apakah bullying itu? siapakah pelaku bullying? siapakah korban bullying? apakah kamu korban bully atau tukang bully? perlukah para pembully dibela? serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terus mengganggu. Narasumber buku yaitu: Nissa Rengganis (penulis), Toni Handoko (Fotofrafer) dan Wanggi Hoed (Mime), dengan Pemantik Diskusi Ida Ri’aeni, Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UMC. Menurut Nissa, Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data bahwa sepanjang tahun 2022, setidaknya sudah terdapat lebih dari 226 kasus kekerasan fisik dan psikis, termasuk perundungan yang jumlahnya terus meningkat hingga saat ini.  “Tidak hanya itu, data riset yang pernah dirilis oleh Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sebanyak 41,1 persen siswa di Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan. Sangat mencemaskan’, jelas Nissa.  Pertanyaan Nissa terkait keresahannya akan perundungan, dijawab Wanggi Hoed dengan ekspresi, mimik, body language tentang tema yang diangkat. “Sadar atau tidak kita seringkali menjadi pelaku atau korban Bully. Ketika kecil saya yang kurus ini dipanggil si Ceking. Saya memilih untuk mengabaikan. Karena jika kita balas dengan mengatakan kamu gendut atau lainnya, praktis kita sudah menjadi pembully. Mengekspresikan rasa dan pengalaman bully dalam bentuk mime, saya berusaha menunjukan ekspresi agar pembaca tidak salah makna, Mungkin itu tantangannya,” papar Wanggi. Toni Handoko, fotografer potrait yang mengcapture karyanya melalui foto hitam putih dalam buku ini. “Karya hitam putih adalah karya yang sangat kaya akan interpretasi. Dari foto hitam putih, warna yang kaya akan muncul dalam benak masing-masing pembaca atau siapapun yang melihatnya. Hitam putih juga merupakan wilayah netral,” Semakin banyak kasus perundungan di sekitar kita, membuat kita tidak bisa lepas dari hal ini. Korban terbanyak menimpa anak-anak di lingkungan sekolah. Namun tak hanya itu, siapapun bisa menjadi korban. Bahkan di lingkungan pendidikan tinggi. Belum lagi di ruang maya, cyberbullying bisa menimpa siapapun ketika dianggap aneh atau asing.  “Sejak 2018, Indonesia tercatat sebagai negara urutan kelima dari 78 negara dengan tingkat perundungan tertinggi yang terjadi di sekolah. Ironis, dari kajian Katadata Media Network (2018) sekolah menjadi lokasi tertinggi terjadinya kasus perundungan. Padahal Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang ramah tamah, serta menjunjung sopan santun. Di ruang virtual, bahkan sekelas pemimpin atau tokoh besar pun, kadang bisa menjadi objek bully-an netizen. Menjadi tugas kita bersama, mengapa hal ini terus terjadi, dan apa yang kita bisa lakukan dalam mencegah dan meminimalisir perundungan?, “ tanggap Ida dalam diskusi tersebut. Diskusi buku ini digelar pada pada hari Senin,26 Juni 2003 pukul 12.30 WIB di Aula Masjid Raya Universitas Muhammadiyah Cirebon. Sebanyak 100 mahasiswa, dosen dan karyawan antusias menanggapi dalam forum diskusi.  Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta khususnya mahasiswa bisa mengambil proses kreatif dan menghasilkan karya-karya produktif. Menjadi tugas bersama juga untuk lebih perhatian dan ambil bagian menjadi solusi dalam isu-isu di sekitar kita. Tak hanya tentang perundungan, tapi juga isu bersama di lingkungan pendidikan seperti intoleransi dan kekerasan seksual yang tengah mengemuka.

Diskusi Buku Baca Selengkapnya »

Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Kimia FKIP UMC Berlangsung, BAN-PT Berikan Rekomendasi untuk Peningkatan Mutu

Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Cirebon (FKIP UMC) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) sebagai bagian dari proses akreditasi program studi oleh Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan tersebut berlangsung secara luring selama tiga hari, yaitu pada 23–25 September 2022.

Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Kimia FKIP UMC Berlangsung, BAN-PT Berikan Rekomendasi untuk Peningkatan Mutu Baca Selengkapnya »

10 Mahasiswa UMC Terpilih Mengikuti Program Transfer Kredit Internasional 2021, Bukti Konsistensi Prestasi di Tingkat Global

Sebanyak 10 mahasiswa terbaik dari Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) berhasil lolos dalam Program Transfer Kredit Internasional Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UMC mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.

10 Mahasiswa UMC Terpilih Mengikuti Program Transfer Kredit Internasional 2021, Bukti Konsistensi Prestasi di Tingkat Global Baca Selengkapnya »