Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Arif Nurudin, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan 1443 H menjadi momen penting untuk kembali memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya sebagai pedoman spiritual, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Arif menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang selalu memberikan solusi bagi umatnya. Hal tersebut menjadi teladan bagi UMC untuk terus menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang hadir di tengah masyarakat Cirebon.
Menurutnya, kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan, baik dalam lingkup nasional maupun global, membutuhkan pedoman yang kuat. Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk yang dapat memberikan arah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan. Bulan Ramadhan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an karena menjadi bulan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadhan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan melalui kegiatan seperti membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Arif menilai bahwa tradisi membaca serta mengkaji Al-Qur’an yang dilakukan oleh dosen dan tenaga kependidikan UMC merupakan bentuk kebiasaan positif yang perlu terus dipertahankan.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika UMC untuk menjadikan momentum Nuzulul Quran sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, semangat yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai kesulitan serta membantu masyarakat keluar dari berbagai bentuk keterpurukan.
Arif menekankan bahwa ajaran Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kehidupan individu, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Salah satunya melalui pentingnya menyediakan akses pendidikan yang layak dan merata bagi seluruh masyarakat. Selain itu, kepedulian terhadap kelompok miskin dan upaya mengatasi ketimpangan sosial juga menjadi bagian dari nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
Ia menjelaskan bahwa kemiskinan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketidakadilan ekonomi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kerusakan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil dan sejahtera.
Menjelang usia ke-22 tahun, UMC diharapkan mampu terus berkembang dengan menghadapi berbagai tantangan dan tanggung jawab yang semakin besar. Arif mengingatkan bahwa masa depan institusi berada di tangan seluruh elemen kampus yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kemajuan UMC.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan tumpengan sebagai bentuk rasa syukur dan mempererat kebersamaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon.