FISIP UMC Jadi Pusat Pendidikan Demokrasi, DPRD Jabar Hadir dalam Program “DPRD Mengabdi”
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menjadi tuan rumah kegiatan DPRD Mengabdi yang menghadirkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XII, Drs. H. Dadi Rohanadi, yang meliputi wilayah Cirebon dan Indramayu. Kegiatan bertema “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme di lingkungan FISIP UMC, Sabtu (7/2).
Dekan FISIP UMC, Drs. H. Subhan, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang akademik penting yang mempertemukan teori dan praktik demokrasi secara langsung. Ia menilai mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan berdialog dengan para pembuat kebijakan agar memiliki pemahaman yang lebih luas, kritis, dan komprehensif.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial dan politik yang berkembang di masyarakat. Kampus, kata dia, harus menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memahami proses kebijakan secara objektif sekaligus mengasah kemampuan analitis mereka.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan politik yang mencerahkan dan membangun budaya demokrasi yang sehat. Subhan berharap kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga legislatif dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat kualitas demokrasi di Jawa Barat.
Sementara itu, Dadi Rohanadi menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses pemilihan umum semata, tetapi juga sebagai sistem nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pendidikan demokrasi berperan penting dalam membentuk warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Ia juga menyampaikan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban politiknya. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran tersebut melalui proses pendidikan yang berkelanjutan.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil XII Cirebon–Indramayu, Dadi menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam setiap proses kebijakan. Ia menyebut bahwa fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPRD akan lebih efektif apabila didukung partisipasi aktif masyarakat.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa, mulai dari isu transparansi anggaran daerah, efektivitas pengawasan program pemerintah, hingga tantangan demokrasi di era digital. Dalam tanggapannya, Dadi menekankan pentingnya literasi politik serta etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara kampus dan lembaga legislatif untuk terus memperkuat demokrasi melalui pendidikan, dialog terbuka, dan partisipasi masyarakat.