Universitas Muhammadiyah Cirebon

Rektor UMC Soroti Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Raker dan Seminar Nasional BK DPR RI

Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Arif Nurudin, menghadiri Rapat Kerja dan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Keahlian (BK) DPR RI sebagai tindak lanjut kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua institusi. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat dukungan akademik terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BK DPR RI melalui masukan dari berbagai pemangku kepentingan dan kalangan akademisi.

Seminar nasional mengangkat tema “Refleksi terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Inkonstitusional Bersyarat atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Dampak COVID-19.” Forum ini menjadi wadah diskusi untuk membahas berbagai aspek kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Nurudin menyampaikan apresiasi kepada Badan Keahlian DPR RI atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat sinergi antara lembaga legislatif dan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi dengan kalangan akademisi sangat penting dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis kajian ilmiah.

Terkait upaya pemulihan ekonomi nasional, Arif menyoroti pentingnya pelaksanaan tiga strategi utama yang direkomendasikan pemerintah. Strategi tersebut meliputi peningkatan konsumsi masyarakat, penguatan aktivitas dunia usaha disertai stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter, serta sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan berbagai institusi terkait agar proses pemulihan berjalan secara efektif.

Menurut Arif, konsumsi domestik merupakan salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan daya beli masyarakat perlu terus didukung melalui berbagai kebijakan pemerintah. Ia menilai bahwa berbagai program bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Prakerja, subsidi listrik, serta percepatan realisasi anggaran pemerintah, merupakan langkah strategis untuk menjaga perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Arif menekankan pentingnya mengarahkan belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat pada produk-produk dalam negeri. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang berdampak positif terhadap pertumbuhan industri nasional, peningkatan lapangan kerja, dan percepatan pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum nasional tersebut, UMC menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memberikan perspektif akademik terhadap berbagai isu strategis bangsa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga legislatif diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung pembangunan nasional dan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.