Muhammadiyah University of Cirebon

Bukan Sekadar Wacana! Kolaborasi Prodi  Tasawuf dan Psikoterapi UMC-Lapas Cirebon Cetak Sejarah, Lepas Mahasiswa dari Balik Jeruji

Cirebon, 8 Agustus 2025, suasana di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon terasa berbeda. Di salah satu ruangannya, berkumpul para akademisi dan pejabat lapas, duduk bersama dengan sekelompok warga binaan yang mengenakan seragam khusus. Hari itu bukanlah hari kunjungan biasa, melainkan sebuah momen bersejarah: acara Pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk para mahasiswa yang juga merupakan warga binaan di lapas tersebut.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini adalah buah dari sebuah visi besar. Semua bermula dari komitmen Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) untuk mewujudkan insan yang mulia, tanpa memandang siapa dan bagaimana latar belakang mereka. Visi ini kemudian diwujudkan melalui jalinan kerja sama dengan Lapas Kelas I Cirebon.

Kolaborasi ini menjadi semakin nyata ketika beberapa warga binaan Lapas Cirebon tercatat sebagai mahasiswa aktif angkatan 2022 di prodi tersebut. Kehadiran mereka menjadi sumber harapan dan penambah semangat bagi universitas untuk terus memberikan pelayanan terbaiknya. Maka, dirancanglah kegiatan KKM ini sebagai sebuah implementasi nyata dari kerja sama, sekaligus untuk menjalankan tridharma pendidikan dan mempererat silaturahmi yang sudah terjalin.

Dalam acara pelepasan tersebut, para mahasiswa warga binaan tidak dilepas begitu saja. Mereka dibekali dengan wawasan mendalam oleh tiga pemateri ahli. Dr. Abdul Basit Atamimi, M.Hum, menguraikan tentang urgensi dan tujuan KKM yang akan mereka jalani di Lapas Cirebon. Sementara itu, Dr.Tr.Nanank Syamsudin, A.Md.IP, S.SOS., M.H, menjelaskan bagaimana program ini akan memberi pengaruh positif terhadap institusi Lapas Kelas I Cirebon. Terakhir, Dr. Subhan, M.M.Pd, memberikan bekal praktis mengenai metode dan teknik Hypnotherapy NLP yang dapat mereka terapkan.

Dengan dukungan penuh dari Kepala Lapas, Kepala Prodi, Dosen Pembimbing, dan para pembina, para mahasiswa ini secara resmi dilepas untuk mengabdikan ilmu mereka.

Momen ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi sebuah penegasan bahwa pendidikan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik dapat menembus tembok paling tebal sekalipun, membawa nama baik UMC ke masyarakat luas dengan cara yang paling menyentuh.