UMC Sajikan Hasil Riset Pengembangan Pariwisata Berbasis Kawasan untuk Dorong Potensi Wisata Kabupaten Cirebon
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) memaparkan hasil penelitian dan pengembangan pariwisata berbasis kawasan di Kabupaten Cirebon. Kegiatan diseminasi hasil riset tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan potensi wisata daerah melalui pendekatan akademik dan kolaborasi berbagai pihak.
Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan potensi wisata yang besar, mulai dari kawasan bahari, peninggalan sejarah, cagar budaya, hingga kekayaan tradisi dan budaya lokal. Berbagai potensi tersebut dinilai mampu menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Penelitian mengenai pengembangan pariwisata berbasis kawasan ini dilakukan oleh tim peneliti UMC yang terdiri dari Dr. Nurul Chamidah, S.Sos.I., M.I.Kom., Dr. Endah Nurhawaeny Kardiyanti, S.E., M.Kn., Dr. Muhammad, S.T., M.T., IPU, Drs. Subhan, M.Si., Dea Angkasa Putri Supardi, S.IP., M.IP., serta Nurhidayah, S.T., M.Sc.
Dalam kegiatan diseminasi tersebut, Arif memberikan apresiasi terhadap kerja tim peneliti UMC dan berharap hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, penelitian ini juga menjadi bentuk kepercayaan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) kepada UMC untuk menghadirkan kajian akademik yang mendukung pembangunan daerah.
UMC mendorong penerapan konsep Pentahelix Stakeholder, yaitu kolaborasi antara lima unsur utama yang terdiri dari akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat, dan media. Sinergi antarunsur tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si., M.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan UMC. Ia menegaskan bahwa hasil penelitian harus memiliki tindak lanjut nyata dan tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata.
Sementara itu, Ketua Tim Riset UMC, Dr. Nurul Chamidah, memaparkan bahwa daya tarik wisata Kabupaten Cirebon dapat dikembangkan melalui berbagai kategori, seperti wisata religi, wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, serta wisata berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, konsep kawasan wisata tidak hanya berfokus pada objek utama, tetapi juga mengintegrasikan berbagai potensi pendukung di sekitarnya. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan wisata diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan desa, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian seni dan budaya lokal.
Dalam penelitian tersebut, terdapat tiga wilayah yang menjadi lokasi percontohan atau pilot project, yaitu Kawasan Wisata Gunung Jati, Gegesik, dan Jamblang. Ketiga kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata terpadu yang mampu meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Cirebon.
Melalui hasil penelitian ini, UMC berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui riset dan inovasi yang aplikatif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.