UMC dan IATA Bangun Kolaborasi untuk Siapkan SDM Profesional Industri Penerbangan Jawa Barat
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri penerbangan di Jawa Barat melalui rencana kerja sama dengan International Air Transport Association (IATA). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu memenuhi kebutuhan sektor aviasi, khususnya dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Rektor UMC, Arif Nurudin MT, menyampaikan bahwa keberadaan Bandara Kertajati memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Menurutnya, kawasan Cirebon, Patimban, dan Majalengka merupakan wilayah strategis yang dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Dalam pertemuan bersama Deputy Director General & Corporate Secretary IATA, Mr. Conrad Clifford, Arif menyambut positif peluang kerja sama antara dunia pendidikan dan industri penerbangan. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menghasilkan tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam pengembangan sektor aviasi.
Arif menegaskan bahwa UMC memiliki pengalaman dalam mencetak lulusan yang berkiprah di berbagai bidang, baik industri maupun pemerintahan. Melalui kerja sama dengan IATA, UMC berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu mendukung kebutuhan industri penerbangan serta mempersiapkan putra-putri Jawa Barat menjadi tenaga ahli yang kompeten.
Sementara itu, Mr. Conrad Clifford mengapresiasi potensi UMC sebagai salah satu perguruan tinggi swasta besar di wilayah Ciayumajakuning. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di bidang penerbangan.
Menurut Conrad, selama ini industri aviasi banyak melakukan pelatihan tenaga ahli secara mandiri, mulai dari engineer hingga teknisi. Namun ke depan, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat proses pembentukan SDM sejak tahap awal pendidikan.
Ia juga menjelaskan bahwa industri penerbangan sempat mengalami tekanan besar akibat pandemi Covid-19. Namun, dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, kebutuhan terhadap transportasi udara tetap memiliki prospek yang sangat besar di masa depan.
Melalui kerja sama UMC dan IATA, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan dunia industri untuk mendukung kebangkitan sektor penerbangan Indonesia serta menghadirkan tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan global.