Universitas Muhammadiyah Cirebon

UMC Bersama Polda Jawa Barat Selenggarakan Bimbingan Teknis Literasi Digital bagi Personel Binmas se-Ciayumajakuning

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi Kanit dan Panit Binmas dari Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Kuningan. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon pada 9 Maret 2023 ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel kepolisian di bidang literasi digital dan mitigasi bencana.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Telegram Kapolda Jawa Barat Nomor ST/383/III/OPS.4.5./2023 tentang peningkatan kompetensi personel Binmas dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan kondisi kebencanaan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana sekaligus penguatan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam materi yang disampaikan, Kepala Biro Kepegawaian dan Umum UMC, Dr. Nurul, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa berbagai manfaat, seperti mempercepat komunikasi dan meningkatkan efisiensi pekerjaan. Namun, di sisi lain, kemajuan teknologi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, di antaranya meningkatnya sikap individualisme, penyebaran informasi yang tidak benar, serta menurunnya interaksi sosial apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kompetensi yang sangat penting di era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, serta integrasi teknologi digital dalam berbagai sektor kehidupan. Kondisi tersebut menuntut setiap individu, termasuk aparat kepolisian, untuk memiliki kecakapan dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara tepat.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa literasi digital mencakup beberapa aspek penting, yaitu kemampuan memahami informasi secara kritis, membangun keterkaitan antarberbagai media, memanfaatkan media digital untuk membangun interaksi sosial yang positif, serta mengelola dan menyimpan informasi agar dapat dimanfaatkan secara efektif dalam jangka panjang.

Bagi institusi kepolisian, penerapan literasi digital dinilai mampu mendukung transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Digitalisasi bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran aparat, melainkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, UMC berharap peserta memperoleh wawasan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi digital secara profesional sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian sekaligus memperkuat hubungan yang lebih baik dengan masyarakat di era digital.