Universitas Muhammadiyah Cirebon

Taufiq Ismail Ajak Civitas UMC Memaknai Puisi dengan Mata dan Hati dalam Panggung Sastra

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan kegiatan Musikalisasi Puisi yang menghadirkan sastrawan nasional Datuk Taufiq Ismail bersama istrinya, Ati Taufiq. Acara yang berlangsung di Aula Masjid Raya UMC pada Rabu (13/12/2023) ini turut didukung oleh Majalah Sastra Horison, Rumah Rengganis, Waves Studio, dan KBM APP.

Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pembacaan puisi karya Taufiq Ismail oleh para deklamator, komunitas sastra, serta kelompok teater. Momentum ini menjadi ruang apresiasi sastra sekaligus wadah refleksi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebangsaan yang terkandung dalam karya-karya puisi.

Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., menyambut hangat kehadiran Taufiq Ismail yang dikenal sebagai tokoh sastra sekaligus pejuang kemanusiaan. Menurutnya, karya-karya Taufiq mengajarkan bahwa sastra tidak cukup dipahami melalui bacaan semata, tetapi juga harus dihayati dengan hati yang jernih agar nilai-nilai kehidupan di dalamnya dapat benar-benar dirasakan.

Arif menjelaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir yang kritis, memperkaya literasi, serta membuka ruang dialog yang sehat di tengah masyarakat. Ia menilai karya sastra mampu menumbuhkan sikap rasional, menjunjung etika dalam berdiskusi, serta membangun integritas yang lahir dari proses panjang pembelajaran, bukan sekadar kedekatan atau kepentingan tertentu.

Dalam sambutannya, Arif juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan akan lebih bermakna apabila tertanam dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan. Ia mengibaratkan ilmu yang hanya berhenti di pikiran seperti tulisan di atas pasir yang mudah terhapus, sedangkan ilmu yang dihayati dengan sepenuh hati akan kokoh layaknya ukiran di atas batu yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

Dekan FISIP UMC, Drs. Subhan Haris, M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas kesediaan Taufiq Ismail berbagi pengalaman dan pemikiran bersama civitas akademika UMC. Menurutnya, di tengah meningkatnya polarisasi dan maraknya penyebaran informasi yang menyesatkan menjelang tahun politik, sastra dapat menjadi media yang menghadirkan kesejukan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UMC, Hani Oktiana Idawati, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Taufiq Ismail merupakan kehormatan bagi UMC sekaligus bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga menjadi implementasi kerja sama yang telah dijalin UMC dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMC sekaligus pegiat sastra, Nisa Rengganis, menambahkan bahwa panggung sastra memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kepekaan terhadap makna yang terkandung dalam karya sastra. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan para sastrawan menjadi pembelajaran berharga yang sulit diperoleh hanya melalui buku.

Pada kesempatan tersebut, Taufiq Ismail juga membacakan puisi berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?”. Melalui karya itu, ia menggambarkan penderitaan rakyat Palestina sekaligus menyuarakan pesan kemanusiaan, empati, dan harapan akan terwujudnya perdamaian. Pembacaan puisi tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta dan menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian kegiatan.