UKM Teater Roempoet UMC Siapkan Pementasan “Pelangi” Karya Nano Riantiarno sebagai Media Edukasi Nilai Toleransi
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Roempoet Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) akan menggelar pementasan teater berjudul “Pelangi” karya Nano Riantiarno pada Sabtu, 9 Maret 2024. Pertunjukan ini akan dilaksanakan di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang Kota Cirebon dengan dua sesi penampilan, yaitu pukul 14.30 WIB dan 19.30 WIB.
Ketua Umum Teater Roempoet UMC, Alan Maulana, menjelaskan bahwa naskah Pelangi mengangkat tema besar tentang toleransi dan dinamika kehidupan sosial dalam ruang-ruang yang paling dekat dengan manusia, termasuk relasi antarsesama yang berkaitan dengan cinta, identitas, dan kehidupan sehari-hari. Pementasan ini mencoba menggambarkan berbagai konflik sosial seperti diskriminasi ras, gender, dan agama yang sering muncul secara halus dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pertunjukan ini, Teater Roempoet UMC ingin mengajak penonton untuk merefleksikan kembali makna toleransi serta batas-batasnya dalam kehidupan sosial. Naskah tersebut juga menantang penonton untuk lebih peka terhadap realitas sosial di sekitarnya serta memahami nilai keikhlasan, empati, dan kemanusiaan.
Alan Maulana menyampaikan bahwa pementasan ini diharapkan dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi penonton. Ia meyakini bahwa siapa pun yang menyaksikan pertunjukan tersebut akan memperoleh pengalaman dan hikmah yang mendalam. Menurutnya, pertunjukan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi dan pembelajaran sosial.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan judul “Pelangi” tidak memiliki kaitan dengan isu tertentu seperti LGBTQ+, melainkan murni sebagai karya seni yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan melalui karya seni yang bernilai dakwah dan pengabdian sosial.
Lebih lanjut, Alan menjelaskan bahwa karya Pelangi merupakan adaptasi dari pemikiran dan karya dramawan besar Indonesia, Nano Riantiarno, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia teater Indonesia. Ia memiliki gaya khas dalam menghadirkan realitas sosial melalui panggung teater yang kritis dan reflektif.
Nano Riantiarno sendiri dikenal dengan gagasan teater yang terus berkembang tanpa batas akhir, yang ia sebut sebagai “teater tanpa selesai”, di mana karya seni menjadi proses pencarian berkelanjutan terhadap makna kehidupan dan identitas manusia. Dalam berbagai karyanya, ia kerap mengangkat kehidupan masyarakat marginal serta berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Pementasan ini melibatkan berbagai tim produksi, mulai dari sutradara, asisten sutradara, aktor, penata panggung, penata cahaya, musik, hingga tim make-up dan kostum yang bekerja sama untuk menghadirkan pertunjukan yang berkualitas. Melalui kolaborasi tersebut, UKM Teater Roempoet UMC berharap pementasan “Pelangi” dapat menjadi ruang ekspresi seni sekaligus sarana edukasi nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan bagi masyarakat luas.