Simulasi Penanggulangan Kebakaran di UMC Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Kompetensi Tim Keamanan
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar simulasi penanggulangan kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat sekaligus memperkuat kompetensi tim keamanan kampus. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UMC ini melibatkan tim security bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Wakil Rektor III UMC, Wiwi Hartati, memberikan apresiasi atas kesiapan dan profesionalisme tim security dalam menjalankan simulasi. Menurutnya, latihan tersebut bertujuan untuk membekali petugas dengan kemampuan mengidentifikasi potensi kebakaran, melakukan tindakan tanggap darurat, serta mengoperasikan berbagai peralatan pemadam api sesuai dengan jenis sumber kebakaran. Keterampilan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian maupun korban apabila terjadi insiden kebakaran di lingkungan kampus.
Kegiatan simulasi turut disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor UMC, para wakil rektor, serta Badan Pembina Harian (BPH) UMC. Kehadiran pimpinan menunjukkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Selain meningkatkan kemampuan teknis petugas keamanan, simulasi ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan UMC. Melalui kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, peserta memperoleh pelatihan mengenai prosedur penanganan kebakaran, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta sistem hydrant sebagai sarana utama dalam mengendalikan api pada tahap awal.
Kepala Humas UMC, Ahmad Yusron, menilai bahwa pelaksanaan simulasi secara berkala sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan seluruh warga kampus. Menurutnya, latihan semacam ini tidak hanya mempersiapkan personel menghadapi kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya, seperti gempa bumi atau bencana lain yang memerlukan respons cepat dan terkoordinasi.
Sementara itu, Kepala Security UMC, Hary Widyono, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon atas dukungan dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembekalan mengenai penggunaan APAR dan hydrant memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada petugas keamanan sehingga mereka mampu bertindak secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan ini, UMC berharap kompetensi tim keamanan terus meningkat sehingga potensi kebakaran maupun bencana lain dapat diantisipasi sejak dini. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko kerusakan aset, gangguan lingkungan, serta kemungkinan terjadinya korban jiwa dapat diminimalkan demi menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.