Universitas Muhammadiyah Cirebon

Rektor UMC Dorong Civitas Akademika Pertahankan Tradisi Pengajian sebagai Penguatan Nilai Keislaman

Tanggal 29 menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) karena menjadi agenda rutin pelaksanaan pengajian bulanan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keislaman sekaligus memperkuat pemahaman warga kampus terhadap nilai-nilai Muhammadiyah.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT, menyampaikan bahwa pengajian memiliki peran penting sebagai sarana pembinaan spiritual, memperluas wawasan keagamaan, serta menjaga warga persyarikatan agar tetap berada dalam pemahaman Islam yang sesuai dengan prinsip Muhammadiyah. Menurutnya, keberadaan pengajian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdiri.

Dalam pengajian bulanan UMC yang mengangkat tema “Sumbangsih Muhammadiyah Dalam Mendorong Kemajuan dan Kepedulian”, Arif menegaskan bahwa pengajian merupakan tradisi dakwah yang telah diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, keberlangsungan pengajian menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, termasuk di lingkungan amal usaha pendidikan.

Arif menjelaskan bahwa penguatan pemahaman agama melalui pengajian menjadi hal yang sangat penting agar umat Islam mampu memahami ajaran agama secara benar dan tidak terjebak pada pemahaman yang keliru. Ia juga mengapresiasi seluruh civitas akademika UMC yang terus menjaga kebiasaan baik tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMC, Dr. Badawi, mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus melestarikan budaya mengaji dengan menyesuaikan metode dan media yang berkembang sesuai zaman. Menurutnya, pengajian tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal, tetapi dapat dikemas melalui berbagai pendekatan kreatif seperti seni dan budaya selama tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, Novan, juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi pengajian sebagai warisan para pendahulu Muhammadiyah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperkuat keimanan, membangun karakter yang baik, serta memiliki pedoman dalam membedakan perilaku yang sesuai maupun bertentangan dengan ajaran Islam.

Ia menambahkan bahwa pengajian tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap individu mampu menjaga diri dari tindakan yang merugikan dan tetap berada dalam nilai-nilai kebaikan.

Dengan menghadirkan konsep pengajian yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman, tradisi keilmuan dan keislaman Muhammadiyah diharapkan terus tumbuh serta menjadi energi positif bagi seluruh warga kampus UMC.