Universitas Muhammadiyah Cirebon

PPG UMC Kembali Dipercaya Kemendikbudristek sebagai Tempat Uji Kompetensi PPG Prajabatan 2023

Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Muhammadiyah Cirebon (PPG UMC) kembali mencatatkan prestasi dengan dipercaya menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tes Substantif PPG Prajabatan Tahun 2023 oleh Direktorat PPG Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti atas kualitas dan kesiapan PPG UMC dalam menyelenggarakan program peningkatan profesionalisme guru. Di bawah kepemimpinan Kaprodi PPG UMC, Dr. Nurkholis, lembaga ini terus berkomitmen melakukan sosialisasi dan penguatan program pendidikan profesi guru bagi para pendidik di wilayah Ciayumajakuning hingga Brebes.

Nurkholis menyampaikan bahwa penunjukan UMC sebagai lokasi pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan 2023 merupakan hasil kerja sama dan dukungan seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, hingga para dosen PPG. Pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan tertib, lancar, dan aman.

Di Jawa Barat, hanya terdapat dua Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya sebagai penyelenggara Tes Substantif PPG Prajabatan 2023, yaitu Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hal ini menunjukkan bahwa UMC menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki kredibilitas dalam bidang pendidikan profesi guru.

Pelaksanaan tes yang berlangsung pada Juli 2023 tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah, seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Brebes, hingga daerah lainnya. Selain tes substantif, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelaksanaan Tes Pedagogical Content Knowledge (PCK) untuk mengukur kemampuan pedagogi peserta PPG Prajabatan.

Tes substantif PPG Prajabatan sendiri merupakan bagian dari proses seleksi calon guru profesional yang mencakup penguasaan materi bidang studi, kemampuan literasi, serta numerasi. Melalui kegiatan ini, PPG UMC turut berperan dalam mencetak calon pendidik yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Nurkholis berharap para peserta dapat terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan profesionalitas, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, seorang guru tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki dedikasi, kecintaan terhadap profesi, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi di lapangan.