Pengajian Qobla Ramadan 1444 H, Ketua PWM Jawa Barat Dorong UMC Menjadi Mercusuar Peradaban
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Pengajian Qobla Ramadan 1444 H yang dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur Muhammadiyah di wilayah Cirebon. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus memperteguh komitmen civitas akademika dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam tausiyahnya, Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Ahmad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UMC yang dinilai terus menunjukkan kemajuan dari berbagai aspek. Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, penguatan sumber daya manusia, kualitas kemahasiswaan, pengembangan jiwa kewirausahaan, hingga tata kelola keuangan yang akuntabel menjadi indikator keberhasilan yang patut disyukuri.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi merupakan tantangan yang lebih besar daripada meraihnya. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika UMC diharapkan terus meningkatkan kualitas dan menjadikan kampus sebagai pusat dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di wilayah Ciayumajakuning, UMC diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sosial.
Prof. Ahmad Dahlan menegaskan bahwa konsep mercusuar peradaban tidak hanya diukur dari kemegahan fasilitas kampus atau kualitas tenaga pendidik, tetapi juga dari kontribusi nyata para lulusan di tengah masyarakat. Karena itu, UMC diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik, memiliki akhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tantangan global.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Prof. Ahmad Dahlan juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa seraya mendoakan agar seluruh amal ibadah umat Islam diterima oleh Allah SWT.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga kebersamaan, memperkuat sinergi, dan terus berkontribusi dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Menurutnya, semangat persatuan dan kepedulian merupakan modal penting dalam mewujudkan kemajuan institusi.
Arif menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah). Selain meningkatkan kualitas ibadah, momentum Ramadan juga diharapkan mampu mendorong peningkatan etos kerja, semangat pengabdian, dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai identitas utama perguruan tinggi.
Kegiatan Pengajian Qobla Ramadan 1444 H turut dihadiri oleh unsur pimpinan PWM Jawa Barat, Badan Pembina Harian (BPH), Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten dan Kota Cirebon, serta sivitas akademika UMC. Acara ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah kepada dosen dan tenaga struktural yang telah mengikuti program Baitul Arqam sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai ke-Muhammadiyahan di lingkungan universitas.