PBI UMC dan Cirebon Read Aloud Community Dorong Peningkatan Literasi melalui Pelatihan Read Aloud bagi Pendidik
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bersama Cirebon Read Aloud Community menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Read Aloud Batch 1 secara virtual sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di tengah tantangan rendahnya kemampuan membaca masyarakat Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi peserta didik Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai metode membaca nyaring atau Read Aloud yang dapat diterapkan oleh guru maupun orang tua untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMC, Dila Charisma, menyampaikan bahwa persoalan literasi merupakan tantangan besar bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi dan gerakan nyata untuk membangun kebiasaan membaca di kalangan anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, PBI UMC menghadirkan Roosie Setiawan, seorang aktivis literasi, pelatih Read Aloud Indonesia, serta bagian dari Satgas Literasi Kemendikbud RI, sebagai narasumber. Ia mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu menjadi langkah positif dalam memperkuat semangat literasi, terutama pada masa pandemi.
Roosie menjelaskan bahwa metode Read Aloud merupakan teknik membaca buku secara lantang dengan memperhatikan artikulasi, intonasi, serta ekspresi sehingga anak lebih tertarik terhadap aktivitas membaca. Menurutnya, metode ini sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang tua yang ingin membangun kebiasaan membaca bersama anak di rumah.
Lebih lanjut, Roosie menerangkan bahwa Read Aloud bukan sekadar membacakan cerita, tetapi juga menjadi cara untuk mengembangkan kemampuan bahasa, memperkaya kosakata, melatih kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, aktivitas membaca bersama dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua sekaligus merangsang kreativitas serta imajinasi anak.
Ia menekankan bahwa peran guru dan orang tua sangat penting dalam memberikan contoh membaca yang baik kepada anak. Dengan konsistensi dalam menerapkan metode tersebut, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang menyukai buku dan memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat.
Kegiatan TOT Read Aloud Batch 1 yang dipandu oleh Vannya Handayani selaku pendiri Cirebon Read Aloud Community sekaligus dosen PBI UMC berlangsung dengan antusias. Peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa PBI UMC, aktif mengikuti rangkaian pelatihan dan diskusi.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga sesi dengan materi yang mencakup pengenalan konsep Read Aloud, manfaat metode membaca nyaring, tahapan pelaksanaan, hingga praktik tindak lanjut melalui presentasi peserta.
Melalui kegiatan tersebut, PBI UMC berharap mahasiswa, khususnya calon guru Bahasa Inggris, memperoleh kompetensi tambahan dalam bidang literasi. Selain meningkatkan kemampuan profesional, sertifikat pelatihan ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi lulusan yang dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).