Universitas Muhammadiyah Cirebon

KKM Tematik UMC 2025 Dorong UMKM Desa Berkembang melalui Inovasi dan Digitalisasi

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menyelenggarakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik 2025 dengan mengirimkan 1.250 mahasiswa dari 20 program studi ke 52 desa yang tersebar di wilayah Ciayumajakuning dan Kabupaten Brebes. Mengusung tema “Aksi Nyata Mahasiswa melalui Pemberdayaan Produk UMKM Desa yang Berdampak dan Unggul se-Ciayumajakuning”, program ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM desa sekaligus membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial mahasiswa.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMC, Tania Avianda Gusman, Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Peran mereka meliputi pemetaan potensi desa, identifikasi permasalahan UMKM, pengembangan inovasi produk, hingga pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan PIRT.

Program KKM Tematik ini juga mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal sesuai dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045 serta Rencana Strategis UMC. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa ditargetkan mendampingi sedikitnya lima produk UMKM di setiap desa agar memiliki nilai tambah melalui inovasi produk, penggunaan kemasan yang lebih menarik dan ramah lingkungan, serta penerapan strategi pemasaran digital.

Pelaksanaan program melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPR RI, akademisi, hingga pelaku UMKM. Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan survei lapangan, penyusunan proposal, pendampingan di lokasi, serta monitoring dan evaluasi oleh LPPM. Hasil kegiatan nantinya akan dipresentasikan dalam expo UMKM sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus ajang promosi produk desa.

Pada kegiatan pembekalan peserta, hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor UMC Arif Nurudin, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, Kapolres Cirebon Kombes Pol. Sumarni, serta Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol. Asep Guntur Rahayu yang memberikan motivasi mengenai pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, KKM Tematik 2025 juga diarahkan untuk menghasilkan berbagai luaran akademik, seperti artikel ilmiah pada jurnal pengabdian terakreditasi Sinta, laporan kegiatan, buku kenangan mahasiswa, hingga karya kekayaan intelektual, termasuk desain batik khas desa.

Program yang berlangsung hingga September 2025 ini akan ditutup dengan seminar hasil, pameran produk UMKM, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.