Inovasi Vertical Composter Garden Antarkan Dosen Kimia UMC dan Mitra Raih Juara 1 Lomba Inovasi Daerah 2023
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Dr. Indah Karina Yulina, S.Pd., M.Si., bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon dan Bank Sampah Indah Makmur berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda).
Tim yang mengusung inovasi bertajuk Vertical Composter Garden (VCG) tersebut berhasil meraih Juara I kategori nonteknologi. Inovasi ini menjadi salah satu solusi kreatif dalam mengatasi permasalahan sampah organik yang selama ini masih menjadi tantangan besar bagi lingkungan.
Keberhasilan tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Dr. Indah Karina Yulina dari UMC, Yayan Hendriyan, S.T., M.T., dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, serta Cici Apriliani, S.Pd., selaku Ketua Bank Sampah Indah Makmur.
Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, ajang inovasi daerah merupakan langkah strategis untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan kreatif yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Ia menilai bahwa inovasi seperti VCG menunjukkan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah perlu didukung oleh strategi yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga berbasis inovasi.
Bupati Cirebon, Drs. Imron Rosyadi, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menciptakan berbagai inovasi untuk kemajuan Kabupaten Cirebon. Ia menyampaikan bahwa daerah memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan ide-ide baru dari masyarakat maupun perangkat daerah.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, menjelaskan bahwa inovasi daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi yang muncul diharapkan mampu memperkuat daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Dr. Indah Karina Yulina menjelaskan bahwa gagasan Vertical Composter Garden berawal dari persoalan meningkatnya jumlah sampah organik yang belum dikelola secara optimal. Sebagian besar sampah organik masih berakhir di tempat pembuangan akhir sehingga berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah organik dari sisa makanan menjadi komposisi sampah terbesar dibandingkan jenis sampah lainnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik, mulai dari pencemaran tanah, air, hingga udara.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, penumpukan sampah organik juga dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara mudah oleh masyarakat.
Melalui inovasi VCG, tim berharap masyarakat memiliki alternatif dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dr. Indah menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Melalui inovasi dan kepedulian bersama, pengelolaan lingkungan yang lebih baik dapat diwujudkan untuk generasi mendatang.