PGSD UMC Gelar Seminar Nasional TPACK, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru di Era Digital
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Prosiding Diseminasi Luaran Ilmiah Dosen serta Mahasiswa dengan tema “Membangun Kompetensi Technology Pedagogical Content Knowledge (TPACK) bagi Pendidik” pada Sabtu, 4 Desember 2021.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung implementasi Program Merdeka Belajar sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan penelitian dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Seminar dibuka oleh Wakil Rektor I UMC, Nana Trisovelna, M.T., yang menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Peralihan pembelajaran tatap muka menuju sistem daring menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, hingga masyarakat secara umum.
Menurut Nana, pembelajaran berbasis digital memberikan fleksibilitas dalam proses belajar mengajar karena tidak terbatas ruang dan waktu. Namun, di sisi lain, pembelajaran daring juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti menurunnya interaksi antara guru dan siswa, keterbatasan pemahaman materi, serta berkurangnya motivasi belajar peserta didik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan pendekatan TPACK dalam dunia pendidikan. TPACK merupakan konsep pembelajaran yang mengintegrasikan tiga unsur utama, yaitu teknologi, pedagogi, dan penguasaan materi, sehingga pendidik mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan ini, PGSD UMC menghadirkan para akademisi dan peneliti untuk berbagi hasil kajian mengenai penerapan TPACK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada masa transformasi digital pendidikan.
Seminar menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Mamat Supriatna, M.Pd., dosen Pedagogik Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta M. Ridwan Sutisna, M.Pd., Ketua Divisi Teknologi Informasi dan Pembelajaran Digital pada Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi UPI.
Selain itu, dosen PGSD UMC turut mempresentasikan hasil penelitian, di antaranya Ellya Rochmah, M.Pd., dengan kajian mengenai pengembangan media literasi mitigasi COVID-19 berbasis digital, serta Susilawati, M.Pd., yang memaparkan pelatihan penyusunan lembar kerja siswa interaktif menggunakan aplikasi digital.
Kegiatan yang dipandu oleh Aiman Faiz, M.Pd., tersebut diikuti oleh dosen PGSD UMC dan 20 mahasiswa. Diskusi berlangsung dengan antusias melalui berbagai pemaparan mengenai strategi penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Ketua Program Studi PGSD UMC, Widia Nur Jannah, M.Pd., menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan budaya riset dan pengabdian di lingkungan akademik. Menurutnya, kompetensi TPACK sangat relevan bagi mahasiswa PGSD yang dipersiapkan menjadi calon guru sekolah dasar di era pembelajaran abad ke-21.
Ia menjelaskan bahwa guru masa kini tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memilih metode mengajar yang tepat serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Dengan penguasaan TPACK, calon pendidik dapat merancang pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik.
Melalui seminar nasional dan prosiding diseminasi ini, PGSD UMC berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi akademisi dan calon guru agar mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan serta berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran berkualitas berbasis teknologi.