Universitas Muhammadiyah Cirebon

Ilmu Komunikasi UMC Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Melalui Program Pengembangan Kewirausahaan

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa membangun dan memperkuat bisnis rintisan, khususnya dalam aspek brand awareness dan digital entrepreneurship. Melalui program tersebut, mahasiswa terpilih akan mendapatkan dukungan berupa bantuan pengembangan usaha dengan nilai maksimal Rp10 juta untuk setiap tim.

Pengembangan kewirausahaan ini hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menjalankan bisnis, mulai dari menentukan identitas merek, memperkenalkan produk kepada masyarakat, hingga membangun kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dikembangkan.

Melalui strategi penguatan brand awareness, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan nilai lebih pada produk maupun jasa yang ditawarkan. Tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga membangun citra dan karakter bisnis yang mampu bersaing di era digital.

Program ini juga memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital, mengingat perkembangan teknologi saat ini menjadikan media digital sebagai salah satu kunci penting dalam membangun dan memperluas pasar usaha.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumuman dan pendaftaran peserta, seleksi internal, penentuan peserta terpilih, pendampingan usaha, hingga proses monitoring dan evaluasi.

Peserta yang dapat mengikuti program ini merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari berbagai jenjang semester, termasuk mahasiswa tingkat akhir maupun mahasiswa yang melakukan konversi mata kuliah.

Setiap tim peserta diwajibkan beranggotakan 3–5 mahasiswa dengan menyusun proposal bisnis yang menggambarkan rencana pengembangan usaha. Proposal tersebut dapat mencakup kebutuhan pengadaan peralatan, peningkatan kualitas produk, maupun pengembangan strategi bisnis.

Selain memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan modal usaha, mahasiswa yang lolos juga akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan serta peluang konversi kegiatan menjadi mata kuliah dengan bobot maksimal 20 SKS.

Melalui program ini, Ilmu Komunikasi UMC berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha mandiri, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan industri digital.