Universitas Muhammadiyah Cirebon

FAI UMC dan KPA Kota Cirebon Tingkatkan Edukasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Generasi Muda

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon menggelar kegiatan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan FAI UMC, Muhammad Aziz Husnarrijal, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan bahwa angka kasus HIV/AIDS di wilayah Cirebon masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, sepanjang Januari hingga Juli 2022 tercatat 197 kasus HIV/AIDS, dengan sebagian kasus berasal dari kelompok berisiko. Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 jumlah kasus baru bahkan mencapai 232 orang.

Menurut Aziz, berbagai faktor seperti rasa ingin tahu yang tinggi, tekanan dari lingkungan pergaulan, serta kurangnya keberanian untuk menolak ajakan negatif menjadi tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan pemahaman agama dinilai memiliki peran penting dalam membentuk sikap yang bertanggung jawab serta mencegah perilaku yang dapat membahayakan kesehatan.

Ia menambahkan, FAI UMC berkomitmen mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan edukatif dan keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program studi yang dimiliki, yakni Tasawuf Psikoterapi serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembinaan moral dan mental masyarakat. Selain itu, UMC juga telah menjalankan program edukasi HIV/AIDS melalui kader Muhammadiyah Cirebon Response (MCR) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKMA).

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Cirebon, Dr. Sri Maryati, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim relawan yang seluruh anggotanya merupakan remaja. Para relawan tersebut akan memberikan penyuluhan di sekolah maupun berbagai forum kepemudaan mengenai pengenalan HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya.

Menurut Sri, pelibatan remaja sebagai relawan dinilai efektif karena mereka memiliki semangat tinggi dan lebih mudah menjalin komunikasi dengan teman sebaya. Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2006–2019, sekitar 24,3 persen kasus HIV/AIDS di Kota Cirebon terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan agar angka penularan dapat ditekan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan KPA Kota Cirebon, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan peduli terhadap pencegahan HIV/AIDS.