Universitas Muhammadiyah Cirebon

CIREBON – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melalui pelaksanaan Program Hibah MINATSAINTEK 2026 menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Analisis Awal Pengelolaan Limbah MBG Melalui Pemetaan Masalah dan Kebutuhan Mitra serta Penandatanganan PKS” sebagai langkah strategis dalam membangun kolaborasi multipihak untuk mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan berbasis sains serta teknologi pada Jumat (22/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Gedung Ir. Djuanda Universitas Muhammadiyah Cirebon ini melibatkan berbagai mitra strategis, yaitu SPPG Adi Bakti Jaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Pondok Pesantren Al-Muqoddas, serta tim peneliti Universitas Muhammadiyah Cirebon yang terdiri dari Tania Avianda Gusman, Indah Karina Yulina, Badawi, Zakkiyah, Alit Noorhayati, dan Oman Hadinata.

Selain pelaksanaan FGD, kegiatan ini menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, SPPG Adi Bakti Jaya, dan Pondok Pesantren Al-Muqoddas. Penandatanganan MoU tersebut menjadi bentuk penguatan komitmen kelembagaan dalam mendukung implementasi program berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk keberlanjutan Program Hibah MINATSAINTEK 2026.

Kerja sama yang dibangun diharapkan mampu menjadi landasan pengembangan program pengelolaan limbah secara terintegrasi melalui pendekatan akademik, operasional lapangan, penguatan regulasi lingkungan, serta pemberdayaan komunitas pendidikan dan masyarakat.

FGD menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memetakan kondisi eksisting, mengidentifikasi tantangan, serta menggali kebutuhan masing-masing mitra terkait pengelolaan limbah yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui diskusi bersama, seluruh pihak berkomitmen untuk membangun model pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah melalui inovasi berbasis teknologi.

Dalam forum tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon yang diwakili pak Kepala Dinas Lingkungan Hidup yaitu Dede Sudiono, M.Si memberikan masukan terkait strategi pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular. SPPG Adi Bakti Jaya yang diwakili Olander Yosua, ST sebagai mitra operasional menyampaikan kondisi lapangan. Sementara itu, Pondok Pesantren Al-Muqoddas yang diwakili oleh Abu Nashar Bukhari, MA turut berperan dalam implementasi program berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut implementasi program di tingkat operasional. PKS menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap pihak memiliki peran dan kontribusi yang terstruktur untuk mendukung keberhasilan program.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta mitra pelaksana lapangan, Universitas Muhammadiyah Cirebon berharap Program Hibah MINATSAINTEK 2026 mampu menghadirkan inovasi pengelolaan limbah yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat Kabupaten Cirebon.

Kolaborasi ini juga menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.