JAKARTA — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menorehkan prestasi strategis di tingkat nasional. Rektor UMC, Arif Nurudin, secara resmi menandatangani kontrak hibah Program Bestari Saintek 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi.
Penandatanganan kontrak tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Kick-Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Pendanaan APBN Tahun 2026 yang digelar pada 29 April 2026 di Auditorium Grha Diktisaintek Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat.
Kegiatan nasional ini menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi Indonesia melalui pendekatan impact-driven research atau riset berbasis dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Program Bestari Saintek sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat pemanfaatan sains dan teknologi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Program ini juga diarahkan untuk membangun konektivitas antara produsen pengetahuan dan pengguna teknologi guna menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMC hadir bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi penerima hibah dari berbagai wilayah Indonesia dan melakukan penandatanganan kontrak secara simbolik sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program nasional tahun 2026.
“Keikutsertaan Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam Program Bestari Saintek merupakan langkah penting untuk memperkuat budaya riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami ingin riset di perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu melahirkan inovasi, solusi, dan pemberdayaan nyata,” ujar Arif Nurudin.
Program Bestari Saintek mengusung tema:
“Serempak Berdampak: Menyemai Tradisi, Memanen Inovasi”
Tema tersebut mencerminkan arah baru kebijakan riset nasional yang menempatkan perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Sebelum penandatanganan kontrak, pada tanggal 28 April 2026 dilaksanakan kegiatan pembekalan (coaching clinic) bagi ketua tim pelaksana program untuk memperkuat pemahaman teknis, tata kelola program, strategi implementasi, serta penguatan orientasi dampak.
Partisipasi UMC dalam program strategis nasional ini menjadi bukti meningkatnya kapasitas institusi dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, keterlibatan UMC juga menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung agenda transformasi pendidikan tinggi dan penguatan ekosistem sains dan teknologi nasional.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Muhammadiyah Cirebon sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi riset berbasis kebutuhan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan capaian tersebut, UMC optimis dapat terus menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai manfaat sosial, ekonomi, dan teknologi bagi masyarakat luas.