Gandeng Wamenkop RI dan Pakar Nasional, UMC Gelar Pembekalan KKM 2026
CIREBON — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) secara resmi menggelar acara Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026. Kegiatan pembekalan yang berlangsung semarak ini dikemas dengan diawali pertunjukan tari tradisional serta prosesi Kirab Sisingaan untuk menyambut jajaran pimpinan universitas dan para tamu undangan. Pada program KKM tahun ini, UMC mengusung fokus penguatan ekonomi sirkuler berbasis UMKM, pengelolaan limbah, dan ketahanan pangan desa.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana KKM UMC 2026, Harry Gunawan, memaparkan bahwa sebanyak 1.155 mahasiswa mengikuti pembekalan ini sebelum diterjunkan dalam dua skema pengabdian, yakni KKM Reguler yang tersebar di 53 desa di wilayah Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan, serta KKM Berdampak. Program pengabdian yang akan berlangsung selama 35 hari ini dirancang agar mahasiswa dapat mengasah keterampilan dan nalar kritis dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dorongan senada disampaikan oleh Ketua LPPM UMC, Tania Avianda Gusman, Beliau mengingatkan peserta agar tidak menjadikan tema KKM sebatas slogan, melainkan pendorong semangat untuk mengubah limbah menjadi nilai ekonomi serta memperkuat koperasi dan UMKM lokal. Mahasiswa diminta tidak sekadar menjalankan program, tetapi fokus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., secara resmi membuka kegiatan pembekalan seraya berpesan agar mahasiswa menyatu dengan kehidupan warga serta mendengarkan kebutuhan masyarakat agar inovasi yang dihadirkan tepat sasaran. Dukungan terhadap program ini turut disampaikan oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IV, Gina Indriani, S.Si., M.T., serta Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas kontribusi nyata UMC dalam pembangunan daerah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan atribut KKM secara simbolis kepada perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa.
Sebagai inti dari kegiatan pembekalan, Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si., hadir memberikan keynote speech yang menekankan peran strategis koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi pentingnya sinergi antara mahasiswa, pelaku usaha lokal, dan penerapan ekonomi sirkuler untuk menciptakan ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Materi pembekalan kemudian diperdalam melalui sesi diskusi panel Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan pakar dan pejabat lintas sektor. Sesi ini diawali oleh Tenaga Ahli Wamen Dikti Saintek, Suparto, yang mengulas strategi menjadi katalisator inovasi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dilanjutkan oleh Deputi BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng, yang membahas peran mahasiswa dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani menuju keluarga berkualitas. Diskusi panel diakhiri oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Sugeng Wahyudi, ST, yang membekali peserta mengenai teknik pengelolaan sampah berkelanjutan agar mampu diubah menjadi sumber nilai ekonomi.
Memasuki penghujung acara, suasana pembekalan berlangsung meriah dengan adanya pembagian doorprize bagi para peserta. Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan technical meeting atau pengarahan teknis akhir dari tim panitia dan moderator untuk memastikan kesiapan serta kelancaran operasional seluruh mahasiswa peserta KKM UMC 2026.