Muhammadiyah University of Cirebon

Mahasiswa KKM UMC Kembangkan “Raja Wajik” sebagai Produk Unggulan Desa Rajawangi

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menghadirkan inovasi produk pangan lokal berupa Raja Wajik sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi Desa Rajawangi, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian desa sekaligus memperkenalkan identitas kuliner khas berbasis sumber daya lokal.

Raja Wajik dikembangkan dari makanan tradisional wajik dengan berbagai inovasi pada cita rasa, tekstur, dan kemasan sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi. Produk tersebut memanfaatkan beras ketan sebagai bahan utama yang berasal dari hasil pertanian masyarakat setempat. Selain itu, mahasiswa juga mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian berupa kulit jagung sebagai bahan kemasan ramah lingkungan, sehingga produk memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep keberlanjutan.

Ketua Kelompok 24 KKM UMC, Rizky, menjelaskan bahwa Raja Wajik diusung sebagai program One Village One Product (OVOP) yang mengangkat potensi khas Desa Rajawangi. Dibandingkan wajik yang telah dikenal di daerah lain, produk ini memiliki tekstur yang lebih lembut serta dikembangkan dengan pendekatan inovatif agar mampu menarik minat konsumen yang lebih luas.

Pemerintah Desa Rajawangi memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut dan berharap Raja Wajik dapat berkembang menjadi ikon kuliner desa yang mampu meningkatkan promosi wilayah serta kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa KKM UMC dan warga diharapkan terus berlanjut melalui pengembangan berbagai potensi lokal lainnya, sehingga mampu menciptakan produk unggulan yang berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.