UMC Tuan Rumah Rakernas ASKUI PTMA 2023, Rumuskan Strategi Penguatan Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sukses menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ASKUI PTMA) yang berlangsung pada 24–25 November 2023.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pengurus ASKUI PTMA yang berasal dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia. Kehadiran perwakilan dari berbagai wilayah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan menyusun strategi pengembangan internasionalisasi perguruan tinggi Muhammadiyah.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UMC, Muhammad Azka Maulana M.Psi., menyampaikan bahwa Rakernas ASKUI PTMA memiliki peran strategis dalam memperkuat fungsi lembaga internasionalisasi perguruan tinggi melalui konsep Facilitate, Accelerate, Scaffold, dan Transform.
Melalui peran tersebut, ASKUI PTMA diharapkan mampu membantu perguruan tinggi dalam mengelola kerja sama internasional, mulai dari penyusunan perjanjian kerja sama, implementasi program, hingga pengembangan kebijakan yang mendukung visi global perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Azka menjelaskan bahwa forum Rakernas juga menjadi wadah untuk memperluas jejaring internasional, meningkatkan promosi perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global, serta memperkuat hubungan dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri.
Sebagai tuan rumah, UMC menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengurus ASKUI PTMA yang telah hadir. Menurut Azka, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Rektor UMC Arif Nurudin, jajaran pimpinan universitas, serta seluruh civitas akademika yang berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan Rakernas.
Rakernas ASKUI PTMA 2023 menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global.
Dalam forum tersebut, peserta juga melakukan evaluasi terhadap berbagai program internasionalisasi yang telah berjalan, sekaligus merancang strategi baru seperti penguatan kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pengembangan program internasional lainnya.
Hasil Rakernas menghasilkan sepuluh poin strategis sebagai arah penguatan internasionalisasi PTMA ke depan. Poin tersebut meliputi pemetaan klasterisasi tingkat internasionalisasi PTMA, penyusunan kalender internasionalisasi, penguatan sinergi antar-KUI, pendataan mahasiswa asing, serta pembangunan basis data utama internasionalisasi PTMA.
Selain itu, ASKUI PTMA juga mendorong pembentukan Kantor Urusan Internasional bagi perguruan tinggi yang belum memilikinya, memperluas keterhubungan seluruh PTMA dengan ASKUI, melakukan standarisasi pengelolaan KUI, meningkatkan kapasitas kepala KUI, serta memastikan pemerataan program internasionalisasi di seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Azka berharap hasil Rakernas ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi PTMA di tingkat global. Melalui kolaborasi dan strategi yang terarah, perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah diharapkan mampu semakin kompetitif serta memiliki kontribusi lebih luas dalam dunia pendidikan internasional.