UMC Sukses Laksanakan KKM Kolaboratif Nasional, Dorong Pemberdayaan Desa dan Pengabdian Berkelanjutan
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) berhasil menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kolaboratif Nasional Tahun 2022 yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kepala Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI, Drs. Helmizar, M.E.
Dalam kegiatan pemaparan hasil monitoring dan evaluasi KKM, Helmizar menyampaikan penghargaan atas pelaksanaan program yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, KKM yang dilaksanakan UMC memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kolaboratif Nasional 2022 adalah penguatan program penanganan stunting serta pengembangan potensi desa wisata, baik wisata alam, religi, maupun sosial budaya. Berdasarkan hasil kajian dan kuesioner yang dilakukan, masih terdapat banyak desa yang memiliki potensi wisata namun belum dikembangkan secara optimal.
Helmizar menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan KKM yang mengangkat potensi desa dinilai dapat menjadi model pengabdian yang memberikan dampak nyata sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
Program KKM Kolaboratif Nasional yang digagas UMC pada tahun akademik 2021/2022 melibatkan sekitar seribu mahasiswa yang diterjunkan ke berbagai wilayah, mulai dari kawasan Ciayumajakuning Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Malaysia. Kehadiran mahasiswa di berbagai daerah tersebut menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil monitoring di sejumlah lokasi, pelaksanaan KKM UMC bersama para mitra mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Program yang dijalankan mahasiswa dinilai mampu memberikan manfaat serta membantu mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing.
Helmizar menegaskan bahwa keberhasilan KKM Kolaboratif Nasional UMC dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak seharusnya hanya berorientasi pada pemenuhan kurikulum, tetapi harus mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan nyata di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., serta pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui keberhasilan pelaksanaan KKM Kolaboratif Nasional ini, UMC menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi UMC dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.