UMC Tampilkan Semangat Inklusif, Barongsai Sambut Mahasiswa di Tengah Ujian Akhir Semester
Suasana awal pelaksanaan ujian akhir semester di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) diwarnai nuansa berbeda. Di halaman Gedung Djuanda, dua barongsai berwarna merah dan putih tampil menyambut mahasiswa yang datang mengikuti ujian, Senin (16/2/2026).
Dentuman tambur dan gemerincing simbal mengiringi aksi barongsai yang lincah, menghadirkan atmosfer budaya di tengah suasana akademik yang biasanya tenang dan penuh konsentrasi. Kehadiran pertunjukan ini menjadi simbol semangat inklusivitas di lingkungan kampus.
Atraksi barongsai tersebut merupakan bagian dari kegiatan silaturahim menjelang perayaan Imlek 2026 yang digagas bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Bina Lestari” Kota Tua Jamblang, Kabupaten Cirebon. Komunitas ini telah dibina oleh UMC sejak 2018 sebagai bentuk penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dan pariwisata.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu juga menampilkan kelompok barongsai “Young Dragon” Kota Tua Jamblang, serta penyerahan kue khas Pecinan dan kue bulan sebagai simbol persaudaraan lintas budaya.
Sejumlah perwakilan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Arief Suryadi Japar, Ricky Anthonius, Wijayanti, Hindrajaya Linsani, serta tim barongsai “Young Dragon”. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan komunitas budaya dalam merawat keberagaman masyarakat Cirebon.
Rektor UMC, Arif Nurudin, menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat terhadap nilai moderasi dan keterbukaan. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang dialog dan perjumpaan berbagai latar belakang sosial dan budaya.
“Keberagaman adalah realitas yang harus dikelola dengan bijak. Kampus menjadi ruang pembelajaran hidup bersama dalam harmoni,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kehadiran ekspresi budaya seperti Imlek menjadi pengingat bahwa perbedaan dapat hidup berdampingan tanpa saling menegasikan identitas masing-masing.
Pembina Pokdarwis Bina Lestari sekaligus dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMC, Dr. Nurul Chamida, menyampaikan apresiasi atas konsistensi UMC dalam mendampingi komunitas tersebut sejak 2018. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga warisan tradisi.
Mahasiswa yang tengah bersiap menghadapi ujian tampak antusias menyaksikan pertunjukan tersebut. Di tengah tekanan akademik, atraksi barongsai menghadirkan suasana segar yang sekaligus menjadi pembelajaran sosial tentang pentingnya menghargai keberagaman.
Momen tersebut menegaskan bahwa di lingkungan UMC, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada harmoni sosial.