Muhammadiyah University of Cirebon

UMC Perkuat Ideologi dan Kepedulian melalui Baitul Arqam Dosen serta Tenaga Kependidikan

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus melalui kegiatan Baitul Arqam (BA) bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMC ini menjadi wadah pengkaderan untuk meningkatkan pemahaman ideologi Muhammadiyah sekaligus membangun kepedulian sosial.

Baitul Arqam yang berlangsung pada 30–31 Agustus 2023 di Gedung Djuanda UMC mengangkat tema “Menanamkan Ideologi, Menumbuhkan Kepedulian”. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk kesamaan pemahaman, sikap, dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjalankan nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT, menyampaikan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian penting dari proses pembinaan dosen dan tenaga kependidikan, khususnya dalam aspek Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kepemimpinan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter warga UMC agar memiliki pemahaman yang sejalan dengan visi gerakan Muhammadiyah.

Arif menegaskan bahwa tema mengenai ideologi dan kepedulian memiliki makna penting bagi keluarga besar UMC. Nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam menjalankan amanah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ia juga mengingatkan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, bahwa gerakan Muhammadiyah tidak dapat hanya bertumpu pada kepentingan praktis, tetapi harus tetap berpegang pada prinsip ideologis yang menjadi dasar perjuangannya.

Dalam menghadapi tantangan zaman, penguatan pemahaman Islam Berkemajuan menjadi salah satu hal utama yang perlu terus dikembangkan. Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara ajaran Al-Qur’an dan Sunnah dengan kemampuan menghadapi dinamika kehidupan modern.

Selain itu, pemahaman Islam juga perlu dilakukan melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Ketiga pendekatan tersebut menggabungkan pemahaman berbasis teks, rasionalitas, serta nilai spiritual agar mampu melahirkan cara pandang Islam yang komprehensif dan relevan.

Dalam kegiatan tersebut, Arif juga melakukan penyerahan simbolis pelaksanaan Baitul Arqam kepada Majelis Pendidikan Kader dan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diwakili Hatib Rachmawan S.Pd., S.Th.I., M.Ag.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pimpinan Muhammadiyah dan jajaran UMC, di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan M.Ag., Ketua BPH UMC Muhammad Sayuti, Ph.D., para wakil rektor, serta unsur pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam juga menghadirkan suasana apresiasi dan kebersamaan melalui penghargaan bagi peserta terbaik, peserta terdisiplin, peserta tersimpatik, hingga peserta terlucu. Hal tersebut menjadi bentuk penghargaan atas antusiasme dan partisipasi aktif dosen serta tenaga kependidikan selama mengikuti kegiatan.

Melalui Baitul Arqam ini, UMC berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami nilai-nilai Muhammadiyah, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjadi bagian dari penggerak dakwah dan kemajuan pendidikan di lingkungan kampus.