UMC Dorong Kreativitas Akademik melalui Bimtek PKM 2022 untuk Mencetak Inovasi Unggul
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) mengawali tahun 2022 dengan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2022. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UMC dalam menjaga budaya unggul yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta meningkatkan kualitas prestasi akademik mahasiswa dan dosen.
Bimtek tersebut diikuti oleh 67 dosen dari tujuh fakultas di lingkungan UMC, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Agama Islam. Selain itu, kegiatan juga melibatkan sekitar 300 mahasiswa secara daring.
Rektor UMC, Arif Nurudin M.T, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek PKM menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat inovasi dan produktivitas civitas akademika. Ia menilai keberhasilan mahasiswa dalam meraih prestasi PKM sangat bergantung pada dukungan dan pendampingan dari dosen pembimbing.
UMC menargetkan mampu menghasilkan ratusan proposal PKM berkualitas yang siap bersaing secara nasional. Karena itu, seluruh dosen dan mahasiswa didorong untuk bergerak aktif, menyelesaikan setiap tahapan dengan baik, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., memberikan berbagai strategi dalam menyusun proposal PKM yang menarik dan berpeluang memperoleh pendanaan. Ia juga menjelaskan berbagai contoh proposal di bidang penelitian, kewirausahaan, serta inovasi teknologi sebagai referensi bagi peserta.
Wakil Rektor I UMC, Nana Trisovelna M.T, menjelaskan bahwa PKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan berpikir kritis. Program tersebut juga menjadi sarana dalam membentuk mahasiswa yang mandiri, berjiwa kepemimpinan, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMC, Dr. Badawi, menambahkan bahwa PKM memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kemampuan menulis, menuangkan ide, membangun pengalaman, hingga menciptakan solusi kreatif terhadap berbagai permasalahan di masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk mencari ide melalui pengamatan terhadap isu sekitar dan mengembangkan gagasan dengan konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM).
Wakil Rektor III UMC, Wiwi Hartati M.Si, menekankan pentingnya memperhatikan kualitas substansi, produk, serta dampak dari setiap proposal yang diajukan. Menurutnya, kegiatan PKM yang rutin dilaksanakan UMC merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk terus berinovasi.
Ketua Panitia PKM 2022, M. Khozinul Huda M.Pd.I, berharap kegiatan Bimtek ini mampu meningkatkan produktivitas civitas akademika UMC dalam menghasilkan proposal PKM yang berkualitas. Selain membantu dosen dalam pendampingan, kegiatan ini juga diharapkan dapat melatih mahasiswa agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang dapat dikembangkan menjadi penelitian dan inovasi bermanfaat.