Muhammadiyah University of Cirebon

UMC dan BKKBN Jawa Barat Perkuat Kolaborasi untuk Mendukung Program Bangga Kencana 2022

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) tahun 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Kerja Daerah Program Bangga Kencana di Bandung pada 7–8 Maret 2022.

Rektor UMC, Arif Nurudin, menyambut positif kerja sama tersebut dan berharap sinergi antara UMC dan BKKBN Jawa Barat dapat memberikan manfaat bagi kedua lembaga. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap program pemerintah, khususnya dalam membangun keluarga berkualitas dan mencetak generasi bangsa yang unggul.

Arif menjelaskan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pembangunan keluarga dan kependudukan. Melalui kerja sama ini, UMC berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Program Bangga Kencana merupakan salah satu program unggulan BKKBN yang berfokus pada upaya menciptakan keluarga Indonesia yang berkualitas melalui pengelolaan kependudukan, pembangunan keluarga, dan pelaksanaan program keluarga berencana. Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu strategi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Wahidin, menjelaskan bahwa lembaganya memiliki tugas untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk serta menyelenggarakan program keluarga berencana sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana, terdapat sejumlah tantangan besar yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya masalah stunting, gangguan kesehatan mental, serta disabilitas dan autisme.

Menurut Wahidin, penyelesaian berbagai tantangan tersebut membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Dukungan akademisi dinilai penting karena dapat memberikan kajian berbasis penelitian yang menjadi dasar dalam merancang dan mengevaluasi kebijakan pembangunan keluarga.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, BKKBN berharap dapat memperkuat aspek penelitian dan menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan BKKBN dengan berbagai institusi pendidikan di Jawa Barat dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.