Mahasiswa KKM 43 UMC Ubah Limbah Pertanian Jadi Pakan Silase Bernutrisi di Kedungdalem
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 43 melaksanakan program inovatif di Desa Kedungdalem dengan memperkenalkan teknologi pakan ternak berbasis silase. Program ini bertujuan mengoptimalkan limbah pertanian yang selama ini tidak dimanfaatkan menjadi pakan alternatif bernilai gizi tinggi, ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan lokal.
Desa Kedungdalem yang sebagian besar wilayahnya didominasi sektor pertanian menghasilkan berbagai limbah seperti jerami padi, batang jagung, dan sisa panen lainnya. Melalui program ini, mahasiswa mengedukasi masyarakat bahwa limbah tersebut dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi silase yang memiliki daya simpan lebih lama serta kandungan nutrisi yang tetap terjaga.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di area persawahan belakang Balai Desa Kedungdalem pada 29 Agustus 2025, dan dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, serta kelompok peternak. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai keunggulan silase dibandingkan pakan konvensional, termasuk efisiensi biaya dan ketersediaan pakan di musim kemarau.
Selain sosialisasi, peserta juga diajak untuk melakukan praktik langsung pembuatan silase, mulai dari pemilihan bahan baku, pencacahan, penambahan bahan pendukung seperti dedak atau molase, hingga proses fermentasi dalam wadah tertutup. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat memahami sekaligus menguasai teknik pengolahan secara langsung.
Dosen Pendamping Lapangan, Erna Labudasari, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi atas permasalahan masyarakat desa. Menurutnya, KKM tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga media transfer pengetahuan yang berdampak langsung bagi warga.
Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para peternak yang merasakan manfaat langsung dari inovasi tersebut. Silase dinilai sangat membantu dalam menyediakan pakan alternatif terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan hijauan berkurang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 43 UMC berharap masyarakat Desa Kedungdalem dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal yang ada. Inovasi silase diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem pertanian dan peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, serta berbasis inovasi ramah lingkungan.