Muhammadiyah University of Cirebon

Rakerpim 2023, UMC Perkuat Strategi Menuju Kampus Unggul dan Berdaya Saing

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperkuat langkah strategis dalam mempertahankan predikat unggul sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di Jawa Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2023 yang digelar di SM Tower and Convention Yogyakarta pada 8–10 September 2023.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan UMC, mulai dari Badan Pengurus Harian (BPH), rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, hingga pimpinan unit pendukung kampus. Rakerpim menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus menyusun strategi pengembangan institusi ke depan.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT, menjelaskan bahwa Rakerpim dilaksanakan sebagai forum evaluasi terhadap capaian program, pengelolaan anggaran, serta berbagai kinerja yang telah berjalan selama tahun sebelumnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi agar target institusi dapat tercapai secara optimal.

Menurut Arif, UMC berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan akreditasi unggul di seluruh program studi serta mempersiapkan langkah menuju kampus unggul.

“Rakerpim ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan seluruh target dapat berjalan, mulai dari peningkatan kualitas akademik, jumlah mahasiswa, pengelolaan keuangan, hingga berbagai indikator kemajuan lainnya,” ujar Arif.

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMC, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D, menilai Rakerpim memiliki peran penting dalam membangun sinergi dan soliditas seluruh unit di lingkungan kampus. Selain evaluasi program, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) untuk memastikan roadmap menuju kampus unggul dapat diwujudkan.

Menurut Sayuti, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki budaya berprestasi yang harus terus dipertahankan. Hal tersebut terlihat dari berbagai capaian civitas akademika UMC yang terus berkembang.

Ia mengapresiasi langkah Rektor UMC yang menghadirkan sekitar 100 dosen dan tenaga kependidikan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan organisasi dan komitmen bersama dalam melakukan perubahan.

“Perubahan besar lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Ketika tradisi positif terus dijaga, maka kemajuan institusi akan semakin terlihat,” ungkap Sayuti.

Sementara itu, Tim Asistensi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Achmad Nurmandi, menekankan pentingnya kesiapan UMC dalam mencapai target akreditasi institusi unggul. Menurutnya, perguruan tinggi harus memiliki kelengkapan dokumen pendukung pada berbagai aspek, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, hingga kerja sama.

Dalam aspek kerja sama, Prof. Nurmandi mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari jumlah Memorandum of Understanding (MoU), tetapi juga sejauh mana kerja sama tersebut memiliki implementasi nyata melalui MoA maupun Implementation Agreement (IA).

“Asesor saat ini tidak hanya melihat banyaknya kerja sama, tetapi juga bagaimana implementasi dan dampaknya terhadap pengembangan institusi,” jelasnya.

Selain aspek akademik dan kerja sama, Prof. Nurmandi juga menyoroti pentingnya tata kelola keuangan dan aset yang modern, transparan, serta akuntabel. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan kampus.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan aset dan keuangan harus dilakukan dengan prinsip integritas agar perguruan tinggi mampu menjadi contoh dalam tata kelola organisasi yang profesional.

Melalui Rakerpim 2023, UMC meneguhkan komitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, memperkuat sinergi antarunit, serta menghadirkan inovasi demi mewujudkan kampus yang unggul, Islami, profesional, dan mandiri.