BPPPPD Kota Cirebon dan PBI FKIP UMC Luncurkan Program INTELEX untuk Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris Aparatur
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BPPPPD) Kota Cirebon bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Cirebon (FKIP UMC) meluncurkan program International Learning Experience (INTELEX) sebagai bentuk implementasi kebijakan Kampus Merdeka. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris pegawai BPPPPD sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.
Kepala BPPPPD Kota Cirebon, Iing Daiman, mengapresiasi inisiatif PBI FKIP UMC yang dinilainya mampu menerapkan konsep Kampus Merdeka secara nyata melalui kegiatan pembelajaran yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lembaga pemerintahan. Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris merupakan kompetensi penting yang dapat mendukung pengembangan karier, pendidikan, maupun dunia kerja di era global.
Program INTELEX dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris secara praktis kepada para pegawai BPPPPD. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi internasional sehingga lebih siap menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sekretaris BPPPPD Kota Cirebon, Yayat Sudaryat, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan bahasa Inggris menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Ia menyoroti hasil berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih berada di bawah beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya berbagai upaya peningkatan kompetensi bahasa asing guna memperkuat daya saing bangsa.
Menurut Yayat, kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan bernegosiasi dalam bahasa Inggris akan memberikan nilai tambah bagi individu maupun institusi dalam menghadapi persaingan internasional. Oleh karena itu, pelatihan seperti INTELEX diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas aparatur pemerintah.
Sementara itu, dosen PBI FKIP UMC, Susilawati, menjelaskan bahwa program diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta. Selanjutnya, proses pembelajaran lebih difokuskan pada keterampilan berbicara (speaking), karena kemampuan tersebut menjadi kebutuhan utama para pegawai dalam berkomunikasi. Materi pembelajaran juga mencakup tata bahasa (grammar), membaca (reading), dan menulis (writing), dengan pendekatan yang komunikatif, menyenangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan peserta.
Program INTELEX berlangsung selama dua bulan dengan jadwal pembelajaran dua kali dalam seminggu. Melalui program ini, mahasiswa PBI FKIP UMC turut berperan sebagai instruktur di bawah bimbingan dosen, sehingga selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sesuai semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).