Ketua BPH UMC Dorong Civitas Perkuat Semangat Ikhlas dan Dedikasi untuk Kemajuan Muhammadiyah
Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., mengajak seluruh civitas akademika UMC untuk memahami peran strategis warga Muhammadiyah dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan persyarikatan.
Hal tersebut disampaikan Sayuti dalam Pengajian Bulanan UMC, Rabu (29/11/2023). Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang telah memasuki usia 111 tahun memiliki komitmen besar dalam memajukan umat melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Sayuti, kiprah Muhammadiyah terus berkembang luas dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Perkembangan tersebut terlihat dari banyaknya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, pesantren, hingga lembaga sosial.
Ia menyampaikan bahwa berbagai gerakan kemanusiaan Muhammadiyah juga telah menjangkau berbagai negara sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan global. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan hanya menjadi gerakan keagamaan, tetapi juga organisasi yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan masyarakat.
Sayuti mengajak civitas UMC untuk bersyukur dan merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Menurutnya, seluruh amal usaha Muhammadiyah dibangun atas nama persyarikatan dan menjadi bentuk pengabdian bersama untuk kemaslahatan umat.
Namun demikian, ia mengingatkan agar rasa syukur dan kebanggaan tersebut harus diwujudkan melalui kontribusi nyata. Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, setiap individu perlu melakukan evaluasi diri mengenai sejauh mana peran dan kontribusinya dalam mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah.
Sayuti menegaskan bahwa bekerja di lingkungan AUM bukan hanya tentang menerima manfaat dari lembaga, tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi terbaik agar umat semakin maju dan berdaya. Menurutnya, civitas Muhammadiyah harus memiliki kepedulian yang luas sebagai agen dakwah yang membawa perubahan positif.
Ia juga menekankan pentingnya pengajian bulanan sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keislaman, serta menjaga semangat dakwah Muhammadiyah. Untuk mempertahankan keunggulan sebuah amal usaha, diperlukan sikap ikhlas dalam menjalankan setiap amanah.
Menurut Sayuti, keberhasilan Muhammadiyah tidak terlepas dari kontribusi orang-orang yang memiliki keikhlasan dalam beramal. Ia menjelaskan bahwa bentuk sedekah tidak hanya berupa materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tenaga, pikiran, waktu, dan dedikasi dalam membantu kemajuan lembaga.
Ia berharap seluruh civitas UMC terus menjaga semangat kebersamaan, memberikan kontribusi terbaik, serta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan. Dengan komitmen tersebut, kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah diharapkan terus terjaga dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.