Kajian AIK UMC Perkuat Internalisasi Nilai Kemuhammadiyahan bagi Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperkuat pembinaan karakter mahasiswa melalui penyelenggaraan kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Salah satu kegiatan tersebut digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cakrabuana di Masjid Raya UMC dengan mengangkat tema “Asiknya Bermuhammadiyah ala Anak Muda” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan kepada generasi muda.
Wakil Rektor III UMC, Wiwi Hartati, S.Kom., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya forum kajian tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa karena mampu menjadi sarana internalisasi sekaligus aktualisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Wiwi menyampaikan bahwa pembinaan AIK tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan keislaman, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang religius, berintegritas, dan berakhlak mulia. Ia berharap hasil dari kajian tersebut dapat tercermin dalam kebiasaan beribadah, seperti menjaga salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta membiasakan amalan-amalan sunnah sebagai bagian dari pembentukan pribadi muslim yang berkualitas.
Selain aspek spiritual, ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap moderat, saling menghargai perbedaan, terbuka terhadap berbagai pandangan, serta membangun budaya saling mendukung di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa juga perlu terus mengembangkan semangat belajar, berpikir kritis, mandiri, disiplin, dan mampu bekerja sama sehingga menjadi insan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Wiwi menilai bahwa forum kajian AIK merupakan wadah strategis dalam menyiapkan calon-calon pemimpin yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki karakter sebagai gerakan yang berlandaskan tauhid, mengedepankan pemahaman Islam yang komprehensif, semangat berlomba dalam kebaikan, serta membangun kerja sama untuk kemaslahatan umat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Kader, Supala, M.Ag., menyampaikan bahwa kajian AIK menjadi media penting untuk menanamkan semangat keikhlasan, pengabdian, dan dakwah di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa tradisi pengajian dan kajian ilmiah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan.
Menurutnya, Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan aspek ibadah, tetapi juga mendorong pengembangan pemikiran yang kritis, ilmiah, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, keberadaan forum kajian menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan pembinaan kader di lingkungan Persyarikatan.
Supala juga mengingatkan bahwa di tengah situasi pandemi, penguatan keimanan dan kesehatan harus berjalan beriringan. Ia mengajak mahasiswa untuk terus menjaga integritas, nama baik Amal Usaha Muhammadiyah, serta mengimplementasikan nilai-nilai AIK dalam kehidupan nyata sehingga tidak berhenti pada tataran teori, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap kader Muhammadiyah.
Melalui penyelenggaraan kajian rutin AIK, UMC berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian Islami, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.