Muhammadiyah University of Cirebon

FT UMC dan Universiti Kuala Lumpur Dorong Transformasi Industri Melalui Orasi Smart Manufacturing

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Salah satunya diwujudkan oleh Fakultas Teknik (FT) UMC bersama Universiti Kuala Lumpur, Malaysia, melalui kegiatan orasi ilmiah bertema Smart Manufacturing dan Digital Transformation yang menghadirkan Prof. Dr. Mohd. Razif Idris CEng MMcchE.

Kegiatan yang digelar di Aula Masjid Raya UMC tersebut membahas pentingnya kesiapan dunia industri dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Konsep smart manufacturing menjadi salah satu solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

 

Rektor UMC Arif Nurudin MT menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama akademik dengan Universiti Kuala Lumpur. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus menghadirkan peradaban ilmu pengetahuan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Arif menilai perkembangan Revolusi Industri 4.0 hingga menuju era 5.0 tidak dapat dilepaskan dari transformasi digital. Namun, proses digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, melainkan juga membutuhkan perubahan budaya, pola kerja, serta kesiapan sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan global.

Dalam pemaparannya, Prof. Razif menjelaskan bahwa transformasi digital membuka peluang besar bagi berbagai sektor industri. Penguasaan ilmu teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), analisis data, hingga robotika menjadi kompetensi penting yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan industri masa depan.

Ia juga memperkenalkan sejumlah profesi strategis yang memiliki peluang besar di era industri digital, seperti data scientist, koordinator robot, arsitek sistem IoT, serta programmer atau insinyur komputer. Prof. Razif menekankan bahwa perusahaan yang mampu bertahan adalah mereka yang cepat beradaptasi, memahami perubahan pasar, dan berani melakukan inovasi.

Meski demikian, transformasi digital juga menghadirkan tantangan, mulai dari perubahan budaya organisasi, keamanan data, hingga kesiapan infrastruktur teknologi. Karena itu, perusahaan perlu membangun strategi digital yang matang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kolaborasi antara manajemen, pekerja, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, FT UMC berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan teknologi industri modern. Kolaborasi dengan Universiti Kuala Lumpur menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan teknik yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.