UMC Academics Share Islamic Perspectives in Collaborative Webinar with South Korean Muslim Community
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) turut berpartisipasi dalam webinar kolaboratif bertema Keseharian Hidup dalam Perspektif Islam yang diselenggarakan oleh Rumaisa Korea bersama sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia pada Jumat (5/9/2025). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menjadi wadah berbagi pemikiran mengenai penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat, termasuk komunitas muslim Indonesia di Korea Selatan.
Webinar menghadirkan empat narasumber dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah, yaitu Nurmalia Lusida, S.KM., M.KM. dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tania Avianda Gusman, Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, Yuti Yuniarti, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Bandung, serta Arin Setyowati, S.HI., M.A. dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Masing-masing menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mengintegrasikan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Tania Avianda Gusman, Ph.D., menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Menurutnya, berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, maupun membangun keluarga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan spiritualitas di tengah tantangan kehidupan modern.
Sementara itu, Nurmalia Lusida menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi ajaran Islam. Ia mengajak sivitas akademika untuk menjadikan kegiatan pengabdian sebagai media dakwah melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Yuti Yuniarti memaparkan bahwa kehidupan sehari-hari merupakan ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Menurutnya, Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan dalam hubungan dengan Allah, tetapi juga mendorong umatnya untuk memiliki empati serta kepedulian terhadap sesama. Adapun Arin Setyowati menjelaskan pentingnya memahami syariat Islam secara kontekstual agar nilai-nilai agama dapat diterapkan secara bijaksana dan mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan nilai-nilai Islam di tengah perubahan sosial dan budaya global. Para narasumber sepakat bahwa ajaran Islam tetap relevan sebagai pedoman hidup apabila dipahami secara menyeluruh dan diamalkan dalam setiap aktivitas sehari-hari.
Melalui webinar ini, UMC bersama perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya memperkuat kolaborasi dengan komunitas muslim di Korea Selatan dalam menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berkemajuan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat kerja sama akademik sekaligus memperkuat pemahaman Islam yang rahmatan lil 'alamin di tingkat internasional.