Muhammadiyah University of Cirebon

UMC Gelar Pesantren Purna Studi Gelombang Kedelapan, Rektor Tekankan Strategi Digitalisasi Dakwah Mencerahkan

Cirebon-Universitas Muhammadiyah Cirebon kembali mengaskan komitmennya dalam pembekalan calon alumni dengan menyelenggarakan Pesantren Mahasiswa Purna Studi (pesma) gelombang kedelapan.

 

CIREBON – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menegaskan komitmennya dalam pembekalan calon alumni dengan menyelenggarakan Pesantren Mahasiswa Purna Studi (Pesma) gelombang kedelapan. Acara yang digelar pada Rabu (4/3/2026) pukul 13.00 WIB di Wisma Tahfidz Universitas Muhammadiyah Cirebon, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan organisasi otonom Muhammadiyah, menandai konsistensi UMC dalam menyiapkan kader yang tercerahkan.
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T. Wakil Rektor III, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd., serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto, S.Pd.I., M.M. Turut hadir pula Divisi Pesantren Lembaga Pengembangan Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK), M. Aziz Husnarrijal, S.Thi., M.Pd., dan Divisi Kemasjidan LPP AIK, Gozali MM.
M. Aziz Husnarrijal, dalam pemaparannya sebagai pembuka acara, menjelaskan tematik kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Pesma gelombang kedelapan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang digelar di bulan Ramadan tahun ini
Selanjutnya, Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto, menyampaikan sambutan dan doa khusus bagi para peserta. Ia berharap mahasiswa purna studi yang mengikuti Pesma kali ini dapat lulus pada tahun ajaran berjalan, yang disambut dengan serentak ucapan “aamiiin” dari para mahasantri.
Puncak acara diisi dengan sambutan sekaligus tausiyah oleh Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T. Beliau mengingatkan esensi bermuhammadiyah bagi kader muda, yakni bergerak dengan strategi mencerdaskan. Rektor Arif Nurudin mengangkat analogi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah yang dinilainya belum dikenal luas oleh masyarakat.
“Dengan pergeseran waktu dan hari, beliau menegaskan bahwa masih banyak esensi Muhammadiyah yang membutuhkan pengenalan, terutama dari generasi muda yang lebih memahami medan algoritma sosial dan media hari ini,” ujar salah seorang panitia. Penekanan pada pemanfaatan media digital ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah untuk terus berdakwah secara mencerahkan dan menggembirakan di berbagai lini kehidupan.
Pesantren Purna Studi ini merupakan pola pembinaan khusus bagi calon alumni, berbeda dengan pola mentoring yang diberikan kepada mahasiswa baru. Program ini bertujuan membekali mereka agar mampu kembali ke masyarakat dengan membawa opini objektif bahwa dakwah Muhammadiyah bersifat mencerahkan dan menggembirakan, sebuah ciri khas dakwah Islam berkemajuan.