Cirebon – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus bergerak progresif dalam memperkuat strategi penerimaan mahasiswa baru. Bertempat di Meeting Room Gedung Ir. Djuanda Lt. 2, UMC menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Service Excellence: Meningkatkan Target dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Cirebon” pada 30-31 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Kampus UMC periode 2026/2027 yang dipersiapkan menjadi garda terdepan representasi universitas.
Visi Besar Rektorat: Target 3.500 Mahasiswa dan Ekspansi Sarana
Acara dibuka langsung oleh Arif Nuridin, M.T, selaku Rektor UMC yang memberikan arahan strategis terkait pencapaian target PMB 2026. Dalam sambutannya, Rektor menekankan kenaikan target ambisius dari 3.000 menjadi 3.500 mahasiswa baru sesuai arahan Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Cirebon, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budianto, M.P., IPM., ASEAN Eng.
“Jika target 3.500 mahasiswa tercapai, UMC akan segera memulai pembangunan gedung baru guna menunjang penambahan program studi dan peningkatan fasilitas akademik” ujar Rektor. Beliau juga membocorkan agenda besar pada 9 Februari mendatang, yakni pengesahan berbagai unit di UMC oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
Digital Branding: “Sekecil Apapun Prestasi, Harus Dirayakan”
Sesi pertama menghadirkan Agung Tirta Wibawa, S.Sos., M.Ag., seorang konsultan Digital Marketing Kampus dan Musisi. Ia membedah strategi konten yang efektif untuk membangun identitas merek yang konsisten. Agung menekankan bahwa aset digital kampus harus mampu menampilkan track record dosen dan fasilitas secara profesional.
“Jangan hanya posting kegiatan, tapi ciptakan interaksi. Gunakan formula konten video pendek yang menarik, testimoni, hingga video POV aktivitas mahasiswa,” jelasnya. Agung juga menyoroti pentingnya ulasan digital dan ulasan positif di Google Maps sebagai salah satu indikator kepercayaan publik.
Service Excellence: Melampaui Harapan Pelanggan
Memasuki hari kedua, materi beralih pada aspek pelayanan prima yang disampaikan oleh Devina dari Bank BJB Cabang Sumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Service Excellence bukan sekadar melayani, melainkan memberikan nilai tambah yang melampaui harapan calon mahasiswa.
“Seorang Duta Kampus harus memiliki empati, kecepatan, dan akurasi. Namun perlu diingat, kita tidak boleh over claim. Kejujuran dan integritas dalam memberikan informasi adalah fondasi utama,” tegas Devina.
Melalui pelatihan ini, Duta Kampus UMC diharapkan tidak hanya unggul secara penampilan (appearance), tetapi juga memiliki professional attitude dan kemampuan komunikasi yang efektif.
Menutup rangkaian kegiatan, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd. selaku Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Duta Kampus selama pelatihan. Beliau menekankan bahwa peran Duta Kampus sangat krusial sebagai representasi identitas visual dan nilai-nilai profesionalisme Universitas Muhammadiyah Cirebon. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal strategis bagi mahasiswa untuk menjembatani komunikasi antara universitas dan masyarakat secara humanis.